Sabtu, 09 Mei 2020

Mahkota syurga untuk orang yang tercinta

Mahkota adalah simbol kemuliaan yang sudah sampai pada puncaknya. Tidak ada yang menyimbolkan kemuliaan melebihinya.
Dan, mahkota dari Allah hanya diberikan kepada hafidz Qur'an.
Ulama dan ahli ibadah tentulah sangat mulia di mata Allah. 
Diangkat derajatnya sesuai kadar ilmu dan ibadahnya. Tapi, kalau untuk mahkota maka tidak diberikan kecuali jika hafal Qur'an.

1. Mahkota Kemuliaan

(Tâj al-Karâmah / تاج الكر امة)
Diberikan kedapa hafidz Qur'an yang mengorbankan waktu tidur malamnya untuk menjaga Al-Qur'an.
Nanti Al-Qur'an bersaksi dihadapan Allah : Ya Rabb akulah alasan dia tidak tidur. Maka muliakanlah dia.

2. Mahkota Keagungan

(Tâj al-Waqâr / تاج الو قار)
Diberikan kepada hafidz Qur'an yang mempersembahkan seluruh waktunya, baik siangnya maupun malamnya, untuk menjaga Al-Qur'an.
Nanti, Al-Qur'an akan menemui penghafalnya dalam wujud seseorang yang kurus seperti orang yang telah menempuh perjalanan panjang, kurang makan dan kurang tidur. 
Isyarat, betapa gigih Al-Qur'an memperjuangkan penghafal meraih keagungan sampai badannya kurus, karena lupa makan, lupa minum.

3. Mahkota Kerajaan

(Tâj al-Mulk / تاج الملك)
Diberikan kepada hafidz Qur'an yang seluruh hidupnya Al-Qur'an. Sempurna dalam menjaga bacaan, hafalan, pemahaman, dan pengalaman.
Al-Qur'an bersaksi di hadapan Allah : Ya Rabb, Engkau pikulkan aku padanya, maka jadilah dia sebaik-baik yang memikul.

4. Mahkota Cahaya

(Tâj al-Nûr / تاج النو ر)
Tidak diberikan kepada hafidz Qur'an. Tapi, diberikan kepada orang tercintanya yang menjadi sebab dia dapat menghafal Al-Qur'an dan menjaganya.
Dalam hadist, ketika Mahkota Cahaya diberikan kepada orangnya maka orang tua berkata : Mengapa kami diberikan kemuliaan besar ini?
Dijawab : karena telah mengajari anakmu (hafal) Al-Qur'an.
Al-Tirmidzi (1663, 2815), Al-Dâmiri (3311, 3312, 3391), Al-Hakim (2029, 1434), Al-Thabarani (28292), Ibn Abi Syaibah (3491, 30045).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar