Sabtu, 09 Mei 2020

Tips ngafal quran

Assalamu'alaikum, apa kabar semuanya? Semoga dalam keadaan sehat wal 'afiat yaa✨
Kali ini aku akan memberikan tips cara menghafal quran.
Cara menghafal Alquran berdasarkan pengalaman pribadi :
1. Niat ikhlas karena Allah.
2. Cintailah Al-Qur'an dan perbanyaklah membaca Al-Qur'an.
3. Ketahuilah akan tingginya kemuliaan kedudukan keagungan penghafal Al-Qur'an dan pahalanya di sisi Allah.
4. Belajar tahsin.
5. Ikut komunitas atau wadah penghafal quran agar kita semakin semangat menghafal quran.
6. Menghafal dari satu cetakan mushaf.
7. Menyetor hafalan dihadapan kori yang mahir/ustadz/ustadzah.
8. Menghafal setelah subuh/ashar, sebenarnya menghafal bisa kapan dan dimana saja yang terpenting luangkan waktumu ya.
9. Membaca setiap kali shalat.
10. Mengulang (muroja'ah).
11. Aku pribadi menghafal dimulai dari 5 juz terakhir 30 29 28 27 26. Karena ustadz yang menyarankan, jika sudah hafal 5 juz tersebut, untuk hafalan selanjutnya teman-teman boleh dimulai dari juz 1.
12. Jika sudah hafal 1 juz aku selalu berusaha mengulang hafalan minimal 1 juz 1 hari.
13. Mendengarkan murotal jika akan menambah hafalan surat baru.
14. Meminimalisir makan, berbicara, tidur.
15. Berdoa dan sabar dalam menghafal.

Jangan ragu ya dear dan jangan pernah merasa sendiri. InsyaaAllah Allah azza wa jalla akan mempermudah urusan kita.

Mahkota syurga untuk orang yang tercinta

Mahkota adalah simbol kemuliaan yang sudah sampai pada puncaknya. Tidak ada yang menyimbolkan kemuliaan melebihinya.
Dan, mahkota dari Allah hanya diberikan kepada hafidz Qur'an.
Ulama dan ahli ibadah tentulah sangat mulia di mata Allah. 
Diangkat derajatnya sesuai kadar ilmu dan ibadahnya. Tapi, kalau untuk mahkota maka tidak diberikan kecuali jika hafal Qur'an.

1. Mahkota Kemuliaan

(Tâj al-Karâmah / تاج الكر امة)
Diberikan kedapa hafidz Qur'an yang mengorbankan waktu tidur malamnya untuk menjaga Al-Qur'an.
Nanti Al-Qur'an bersaksi dihadapan Allah : Ya Rabb akulah alasan dia tidak tidur. Maka muliakanlah dia.

2. Mahkota Keagungan

(Tâj al-Waqâr / تاج الو قار)
Diberikan kepada hafidz Qur'an yang mempersembahkan seluruh waktunya, baik siangnya maupun malamnya, untuk menjaga Al-Qur'an.
Nanti, Al-Qur'an akan menemui penghafalnya dalam wujud seseorang yang kurus seperti orang yang telah menempuh perjalanan panjang, kurang makan dan kurang tidur. 
Isyarat, betapa gigih Al-Qur'an memperjuangkan penghafal meraih keagungan sampai badannya kurus, karena lupa makan, lupa minum.

3. Mahkota Kerajaan

(Tâj al-Mulk / تاج الملك)
Diberikan kepada hafidz Qur'an yang seluruh hidupnya Al-Qur'an. Sempurna dalam menjaga bacaan, hafalan, pemahaman, dan pengalaman.
Al-Qur'an bersaksi di hadapan Allah : Ya Rabb, Engkau pikulkan aku padanya, maka jadilah dia sebaik-baik yang memikul.

4. Mahkota Cahaya

(Tâj al-Nûr / تاج النو ر)
Tidak diberikan kepada hafidz Qur'an. Tapi, diberikan kepada orang tercintanya yang menjadi sebab dia dapat menghafal Al-Qur'an dan menjaganya.
Dalam hadist, ketika Mahkota Cahaya diberikan kepada orangnya maka orang tua berkata : Mengapa kami diberikan kemuliaan besar ini?
Dijawab : karena telah mengajari anakmu (hafal) Al-Qur'an.
Al-Tirmidzi (1663, 2815), Al-Dâmiri (3311, 3312, 3391), Al-Hakim (2029, 1434), Al-Thabarani (28292), Ibn Abi Syaibah (3491, 30045).